Senin, 19 September 2011

Homeopathy, alternatif pengobatan yang aman


Kita tahu bahwa bisa ular? 'bisa' sangat mematikan. Namun, siapa sangka bahwa bisa ular itu sendiri dapat mengobati gejala keracunan akibat gigitan ular berbisa.

Bukan sulap bukan pula ilmu sihir. Metode pengobatan itu telah dipelajari dan ditemukan teori keilmuannya oleh pakar kesehatan dari dunia barat.

Berbagai metode pengobatan dilakukan oleh banyak tenaga ahli, baik secara medis dengan menggunakan dasar ilmu pengobatan dari barat, sampai pengobatan alternatif.

Pengobatan yang satu ini juga bisa dikategorikan sebagai pengobatan alternatif yang didasarkan pada ilmu dan literatur pengobatan medis ala barat. Relatif lebih aman, dan tidak mengakibatkan efek samping.

Homeopathy memiliki definisi bahwa sesuatu benda atau barang yang jadi penyakit, namun bisa dipakai untuk mengobati penyakit itu sendiri dengan dosis yang ditentukan.

Salah satu bukti pengobatan model ini adalah penemuan pengobatan dengan menggunakan bisa ular seperti disebutkan di atas.

"Dosis yang dimaksud adalah dosis ekstrak bahan obat yang telah ditipiskan dengan menggunakan teknik penipisan bio molekuler," ujar Soekarto, dokter spesialis kedokteran penerbangan yang telah mempelajari metode homeopathy melalui berbagai literartur asing dan berpraktik di RS Kramat, Jakarta Pusat.

Menurut keterangan Soekarto, homeopathy berbeda dengan jamu-jamuan. Meskipun pemilihan dan teknik pengambilan bahan obat sama dengan jamu, homeopathy tetap memiliki perbedaan dengan jamu.

Secara detail, jika jamu-jamuan mengolah bahan obat dengan mengambil sari atau ekstraknya saja untuk kemudian diminum, maka homeopathy menggunakan ekstrak bahan obat itu yang ditipiskan sedemikian rupa hingga mencapai dosis sekecil mungkin sesuai dengan kebutuhan.

Dan dokter barat yang pertama kali memperkenalkan metode pengobatan homeopathy adalah Samuel Hahnemann (1755-1843), dokter asal Yunani yang telah lama memperdalam ilmu kedokterannya di Jerman.

Berbagai teori kedokteran dan literaturnya telah banyak ditinggalkan di negara itu yang kemudian diperkuat dan dikembangkan oleh dokter lainnya. Sebagai dokter spesialis penerbangan, Soekarto merasa perlu mempelajari metode pengobatan ini untuk para penerbang.

"Semua pilot tidak diperbolehkan mendapatkan pengobatan penyakit dengan menggunakan obat-obatan kimia, maka pengobatan dengan metode seperti ini sangat diperlukan," ujar Soekarto yang ditemui Bisnis di rumah sekaligus tempat praktik di Cibinong, Bogor.

Maka tidak salah jika Soekarto mempelajari metode pengobatan seperti ini sampai ke berbagai negara seperti Jerman, Belanda, dan AS.

"Terserah orang mau bilang apakah ini pengobatan alternatif, karena memang ini pengobatan alternatif tetapi didasarkan pada literatur ilmu kedokteran barat."

Sembuhkan penyakit

Dengan homeopathy, berbagai penyakit dapat disembuhkan, mulai dari gejala penyakit ringan, sampai penyakit yang sangat parah. Bukan hanya itu saja, penyakit psikis seperti depresi dan trauma juga dapat disembuhkan.

Berbagai bahan pengobatan homeopathy dapat digunakan. Seperti misalnya bunga matahari dapat digunakan untuk menyembuhkan masuk angin sampai gejala depresi. Atau tanaman tempuyung yang dapat digunakan untuk menghancurkan batu ginjal menahun.

Serta berbagai macam tanaman dan buah lain yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit dengan metode penipisan tertentu. "Semua itu dilihat dan ditentukan dalam buku khusus berjudul Vademicum, buku panduan khusus pengobatan homeopathy," ujar Soekarto.

Berbekal pegetahuan berbagai literatur homepathy, serta perkenalannya dengan dokter ahli di berbagai negara, Soekarto sendiri telah menghasilkan obat hasil pengolahan dengan homepathy yang dinamakan Antucol.

Cairan obat dari ekstrak tanaman pettivera alliacea atau pohon tangguh ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh mikroba, sakit kandung kemih, kencing manis, mengobati benjolan daging tumbuh yang tidak normal, kejang otot, dan encok.

"Tentu metode penipisan secara bio molekuler untuk menghasilkan obat ini hanya dapat dilakukan oleh ahli dan menggunakan alat khusus," Soekarto menambahkan.

Mengenai risiko pengobatan ini, Soekarto meyakinkan bahwa metode homeopathy tidak menimbulkan gejala efek samping apapun. Dengan hasil penipisan itu yang memiliki sifat tidak berwarna, berbau dan berbentuk cairan, obat ini juga lebih aman dan mudah dikonsumsi.

source: beritajitu.com

Sabtu, 10 September 2011

Another Ahmadi Muslim killed in Pakistan

5th September, 2011
PRESS RELEASE

Another Ahmadi Muslim killed in Pakistan
Naseem Ahmad Butt (55), was martyred in Faisalabad

It is with great sadness that the Ahmadiyya Muslim Jamaat hereby confirms that on 4 September 2011, a well-known and respected Ahmadi Muslim, Mr Naseem Ahmad Butt (55), was martyred in Faisalabad, Pakistan.

Naseem Ahmad Butt was sleeping in his home in Muzzaffar Colony, Faisalabad when four unknown assailants jumped over the wall of his home and fired at him. He was shot in his stomach and chest. The assailants immediately fled the scene.

Naseem Ahmad Butt was left critically injured and was taken to hospital. Despite attempts to revive him, he passed away at approximately 9am local time.

Naseem Ahmad Butt was a peaceful and law abiding citizen who was kind and generous to all. He served the Ahmadiyya Muslim Jamaat with great distinction throughout his life.

He is survived by his wife, four daughters and one son. He has been buried at Bahishti Maqbara, Rabwah.

The Press Spokesman of the Ahmadiyya Muslim Jamaat, Abid Khan said:

“The religious extremists within Pakistan have taken yet another innocent life. What they perhaps fail to realise is that through their actions they are harming the entire peace and stability of Pakistan as a whole. Hatred and persecution of any organisation or group must be condemned by all those who believe in tolerance and love for humanity. Such attacks serve only to destabilise society and to spread discord”

This latest murder continues the trend of Ahmadi Muslims being targeted in Faisalabad. One year ago, a cousin of the deceased, Mr Naseer Ahmad Butt was also martyred in a brutal and barbaric fashion. Furthermore, recently leaflets were openly distributed in the city, stating that the killing of Ahmadi Muslims was worthy of praise and would be rewarded by God. These leaflets contained the names and addresses of various Ahmadi Muslims and it seems that this latest killing was likely motivated by such hate propaganda.

The International Community, Media and Human Rights organisations are all urged to take action to safeguard the basic human and civil rights of Ahmadi Muslims both in Pakistan and in other countries where they face discrimination. In an era where freedom of religion and belief is accepted as a basic human right throughout the world it is of disbelief that anti-Ahmadiyya legislation is still active and indeed still being enforced in Pakistan. If such hatred and sectarianism is allowed to continue then it is inevitable that further tragedies will occur.

22 Deer Park Road, London, SW19 3TL UK
Tel/Fax: 020 8544 7613 Mob: 077954 90682
Email: press at ahmadiyya.org.uk

Press Secretary AMJ International

Template by:
Free Blog Templates